[JARDIKNAS] Wah, 50 Persen Guru di Bali Gaptek

Bookmark and Share
Dear all,

Baru 15 menit lalu saya mendarat di Bandara Ngurah Rai, Denpasar Bali. Besok IGI dan Acer akan mengadakan seminar untuk guru dengan tema: "Transformasi Pendidikan, Menuju Pendidikan Berkelas Dunia Melalui Teknologi Informasi".

Acara dilaksanakan pada hari Sabtu, 23 Juli 2011, pukul 08.30 - 12.30 WITA, di Gedung Dharma Wanita Persatuan (Samping SMAN 2 Denpasar), Jl. PB. Sudirman Denpasar.

Kalau ada yang mau ikut acara ini, silakan saja mendaftar ke panitia (mudah-mudahan masih ada tempat). GRATIS. Sponsor menyediakan fasilitas: Materi, Sertifikat, Snack and Drink, juga kesempatan dapat DOORPRIZE LAPTOP, Flashdisk, dsb. Pendaftaran bisa melalui SMS dengan format: NAMA#SEKOLAH#NOMOR HP, lalu dikirim via SMS kepada: Yasin, HP. 08123246003, atau via email: info@igi.or.id.

Kalau mengutip statemen Kepala Disdikpora Bali (silakan baca kutipannya di bawah), sekitar 50 persen guru di Bali masih gaptek. Atau istilah yang digunakan beliau adalah TBC alias tidak bisa computer :)

Tentu, kondisi ini sangat menantang bagi IGI dan Acer untuk membantu para guru di Bali agar tidak gaptek lagi dan sembuh dari TBC.

Salam hangat dari Denpasar,

/MI

******

Wah, 50 Persen Guru di Bali Gaptek

Pande

Denpasar - Dibalik keberhasilan pelajar di Provinsi Bali mengukir sukses lulus di Ujian Nasional. Sebuah fakta baru dunia pendidikan di Pulau Dewata itu mulai terkuak. Ternyata 50% guru dan tenaga pengajar di Bali diketahui tidak bisa mengoperasikan komputer alias gaptek.

Hal tersebut terungkap setelah Kepala Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga IB Anom membeberkan data kepada wartawan Kamis (9/6/2011) siang di Denpasar. Menurut IB Anom, dari sekitar 50 ribu guru dan tenaga pengajar yang ada di Provinsi Bali, diperkirakan 50% atau 25 ribu diantaranya menderita TBC alias Tidak Bisa Computer. "Angka ini sangat tinggi dan cukup mencengangkan di tengah prestasi kita yang meningkat," kata IB Anom.

Akibat TBC alias Tidak Bisa Computer, guru dan tenaga pengajar di Bali berusaha mencari berbagai solusi dan jalan pintas murid dapat lulus Ujian Nasional (UN) dengan hasil memuaskan. "Sekarang ini banyak guru yang diketahui menyimpang dan banyak melakukan jalan pintas yakni, mereka kebanyakan tidak mau mengajari dan mendidik muridnya dengan benar, pokoknya yang penting hasil UN bagus," Kata IB Anom.

Dari hasil pengamatan IB Anom, 50% guru yang tidak bisa mengopersikan komputer terkendala berbagai hal seperti adaptasi guru dengan tekhnologi yang masih sangat rendah. Untuk mengantisipasi dan mngurangi tingkat guru yang gaptek, IB Anom berencana akan melakukan segala model pembelajaran mengenai tekhnologi. "Ya semoga nantinya dengan cara itu kemungkinan jumlah 50% bisa berkurang," katanya.

IB Anom menjelaskan, sebagian besar dari 50% guru yang gaptek merupakan guru dan tenaga pengajar yang bertugas di desa-desa terpelosok. "Kendala mereka adalah ketidaktersediaan aliran listrik. Jadi guru-guru di desa lebih memilih menggunakan sistem manual dalam proses belaja mengajar," katanya.

IB Anom menambahkan, dari 176 Sekolah Dasar  yang ada di Bali, baru sekitar 60% yang sudah teraliri aliran listrik. "Pelan-pelan kami akan melakukan pembelajaran tentang teknologi agar para guru tidak gaptek lagi," kata Anom.

(baw/baw)

http://m.today.co.id/index.php?kategori=nasional&sub=regional&detail=37288


Mohammad Ihsan
Sekjen Ikatan Guru Indonesia
Powered by IGI BlackBerry®

------------------------------------

Salam JARDIKNAS !

Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
http://groups.yahoo.com/group/jardiknas/

<*> Your email settings:
Individual Email | Traditional

<*> To change settings online go to:
http://groups.yahoo.com/group/jardiknas/join
(Yahoo! ID required)

<*> To change settings via email:
jardiknas-digest@yahoogroups.com
jardiknas-fullfeatured@yahoogroups.com

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
jardiknas-unsubscribe@yahoogroups.com

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
http://docs.yahoo.com/info/terms/